Tampilkan postingan dengan label Info Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kerja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2009

Aduh, Bos Banyak Maunya!

Lihat GambarKapanLagi.com - Pernahkah Anda merasa sumpek saat pekerjaan overload? Baru masuk di pagi hari, Anda sudah diberikan pekerjaan urgent yang harus diselesaikan secepat mungkin, belum lagi sisa pekerjaan kemarin. Tapi belum sampai siang si bos sudah datang dengan setumpuk pekerjaan yang juga diberi label urgent. Parahnya, semua pekerjaan itu harus selesai dalam waktu bersamaan!

Tenang, dari pada mengeluh dan membuat sakit kepala yang membuat pekerjaan makin kacau, mendingan Anda cari solusinya. Ada beberapa langkah yang mungkin berguna untuk mengatasi hal itu. Apa saja?

1. Tahu Mau Si Bos

Perhatikan dengan jelas instruksi si Bos, tetap tenang dan fokuskan pikiran Anda. Semakin Anda panik, konsentrasi Anda akan makin kacau dan Anda bakal tidak mengerti apa maksud si Bos memberikan tugas. Pastikan Anda mengerti benar apa saja yang harus dikerjakan. Ini juga bisa menghindari Anda bolak-balik bertanya kepada si Bos yang hanya akan memakan waktu dan bikin dia senewen.

2. Berusahalah Untuk Nego

Cobalah bernegosiasi dengan si Bos. Beri pengertian bahwa Anda bisa menyelesaikan semua tugas dengan baik dan benar namun dengan sedikit kelonggaran waktu deadline. Jelaskan mengapa Anda butuh perpanjangan waktu, beri alasan yang tepat dan ungkapkan kepadanya bahwa Anda juga sedang mengerjakan pekerjaan lain yang tak kalah pentingnya. Informasikan status dan perkembangan pekerjaan yang tengah Anda kerjakan sekarang. Lebih baik Anda berterus terang ketimbang mengumbar janji. Semua tergantung pintar-pintarnya Anda memberi alasan pada si Bos, pastinya kedua pihak akan merasa nyaman, dan si Bos pasti mengerti posisi Anda.

3. Bikin Deadline Yang Jelas

Saat Anda disodori pekerjaan, jangan langsung menerima begitu saja. Tanyakan dengan jelas kapan batas waktu yang diberikan. Pasalnya, jika tidak diberi deadline, Anda bakal bingung mana pekerjaan yang harus diutamakan dan mana yang bisa dikerjakan belakangan. Dengan deadline jelas, Anda akan bisa memprediksikan kapan harus mengerjakannya, berapa lama, dan kapan selesainya. Dan jika deadline

sudah ditetapkan, jangan tunggu lama, langsung kerjakan!

4. Cobalah Menolak

Satu hal yang sering kali membuat kita terjebak dalam kesulitan adalah kebiasaan menjawab "Iya". Padahal kata "Tidak" bukanlah suatu momok yang harus ditakuti. Jika dirasa pekerjaan sudah overload, jangan takut untuk menolak pekerjaan baru, Anda tidak salah kok! Yang penting Anda punya alasan yang jelas untuk diberikan kepada di si Bos.

Bayangkan saja jika semua pekerjaan Anda terima, bisa jadi hasilnya tidak maksimal dan akhirnya Anda sendiri yang rugi. Anda bahkan akan mempunyai dua masalah yang kompleks. Pertama, Anda hampir selalu merasa tersiksa dengan tekanan pekerjaan dan kehabisan tenaga. Kalau sudah begini, bukan hanya pekerjaan yang terlantar, kehidupan pribadi Anda juga bisa jadi korban. Yang kedua, Anda akan membentuk sifat hipokrit dalam diri Anda sendiri. Anda bermanis-manis di depan Bos dan kelihatan senang menerima pekerjaan, namun di belakangnya Anda malah mencak-mencak tidak karuan.

Yang harus Anda ingat, pekerjaan yang diberikan bukan berarti semuanya harus Anda kerjakan sendiri. Minta bantuan ke rekan kerja lainnya akan sangat membantu. Diskusikan soal ini kepada si Bos, bilang bahwa Anda membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas darinya. Jika atasan Anda bijaksana, pastinya dia kan menerima saran Anda.

Menurut study yang dilakukan oleh Sirota Survey Intellegence, sebagian besar karyawan di perusahaan terkemuka dunia yang berada dalam satu ruangan dengan pimpinan mereka belum tentu bisa mendongkrak kinerja, bahkan sebaliknya. Hal ini dilakukan melalui wawancara 3,5 juta karyawan selama tiga tahun di sejumlah perusahaan seperti Shell, Microsoft, Dell, dan Tesco, yang dipublikasikan pada tahun lalu. Menurut survei tersebut, para manajer kerap kali menghambat staffnya sendiri, di antaranya kondisi yang terlalu birokratis dan lambannya mengambil keputusan. (chc/boo)

Senin, 31 Agustus 2009

4 Hal Yang Dilarang Dibicarakan di Kantor

Lihat GambarKapanLagi.com - Ada beberapa topik yang harus dihindari saat kita sedang berada di tempat kerja. Pasalnya masalah yang kita bicarakan ini dianggap sensitif atau terlalu kontroversial. Jika Anda tak ingin kolega memberikan nilai negatif pada Anda, hindari empat topik di bawah ini:

1. Politik - Hindari mendiskusikan masalah politik di tempat kerja, khususnya selama masa pemilu. Lebih baik, tinggalkan masalah politik sebagai bahan pembicaraan di rumah, bahkan jika Anda punya pendapat kuat tentang salah satu kandidat atau masalah politik.

2. Agama - Ini topik yang sangat pribadi, topik ini sudah seharusnya dihindari di tempat kerja. Bahkan jika Anda diskusi tentang masalah agama (agama Anda sendiri). Beberapa rekan kerja mungkin mungkin menganggap ini sangat sensitif. Anda mungkin tak tahu kalau omongan Anda bisa saja membuat rekan kerja tersinggung.

3. Masalah Keluarga - Jika Anda punya masalah dengan istri, anak-anak atau orang tua dan lain-lainnya, tinggalkan masalah ini di rumah saja! Tak dapat dipungkiri, Anda pasti selalu memiliki masalah dari waktu ke waktu, tapi yang terbaik, biarkan masalah rumah tangga tetap jadi masalah pribadi. Dengan cara ini, rekan kerja dan bos tidak akan berpikir Anda terbebani masalah rumah tangga saat sedang bekerja. Selain itu, kebanyakan orang tidak ingin mendengar masalah orang lain.

4. Kehidupan Seks - Ada saat-saat Anda puas di ranjang, tapi ini bukan urusan siapapun di tempat kerja. Jika Anda ingin membicarakan masalah seks, lebih baik lakukan dengan sahabat dekat Anda di saat minum cafe dan bersantai. Hindari membicarakan masalah seks di tempat kerja karena beberapa orang merasa tidak nyaman dengan topik ini. Bisa jadi membicarakan masalah ini malah dapat merubah pandangan orang lain. (ehow/kpl/erl)

Kamis, 27 Agustus 2009

Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia

Perempuan Paling Berpengaruh di DuniaPIJAKAN karier dan langkahnya selalu kontroversial, demikian juga dengan gaya bicaranya yang suka menusuk lawan. Kini ia menduduki jabatan sebagai Kanselir Jerman, dan selama empat tahun terakhir, Angela Merkel masuk dalam daftar 100 perempuan paling berpengaruh versi majalah Forbes. Keberhasilan Angela dalam membawa Jerman keluar dari krisis lebih cepat dari perkiraan, membuatnya dipandang pantas menyandang gelar itu.

Dilahirkan dengan nama asli Angela Dorothea Kasner pada 17 Juli 1954 di Hamburg, Jerman, Angela adalah putri dari Horst Kasner, seorang pendeta Protestan, dan istrinya yang bernama Herlind. Saat Angela baru berusia tiga bulan, ayahnya diminta untuk mengambil alih sebuah gereja di Brandenburg.

Tumbuh besar di lingkungan keluarga intelek membuat Angela kecil menunjukkan prestasi cemerlang di sekolah. Ia bermimpi menjadi seorang guru dan penerjemah. Akan tetapi, kegiatan gereja sang ayah membuat Angela menyadari pilihan karier tersebut tertutup baginya. Maka pada 1973, ia memutuskan untuk memilih jurusan Fisika di Leipzig University.

Sebagai perempuan dewasa, Angela menunjukkan sedikit ketertarikan terhadap dunia politik. Akan tetapi, ia memilih mengejar gelar Ph.D di bidang Fisika dan menikahi seorang teman kuliahnya, Ulrich Merkel, sampai mereka bercerai pada 1982. Setelah itu, Angela merintis karier di Academy of Sciences di Berlin Timur pada 1989, tahun yang sama dengan runtuhnya Tembok Berlin. Sebulan kemudian, ia bergabung dengan koalisi partai prodemokrasi.

''Mereka jelas akan sangat membutuhkan orang,'' ujarnya menjelaskan alasannya bergabung. Koalisi tersebut kemudian bergabung dengan Partai Uni Demokratik Kristen, yang akhirnya menjadi partai Angela. Ia lantas diberi kepercayaan menjadi juru bicara pemerintahan sementara baru sebelum penyatuan kembali di bawah pimpinan Lothar de Maiziere.

Saat pemilihan umum (pemilu) pertama setelah reunifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur, Angela memenangkan satu kursi di parlemen, sebelum menempati pos di kabinet pada masa pemerintahan Helmut Kohl, yang berturut-turut memberikan Angela sejumlah posisi penting.

Ia antara lain pernah menjabat sebagai Menteri Urusan Perempuan dan Pemuda, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Keamanan Reaktor Nuklir.

Angela pun membuktikan diri sebagai politikus berbakat yang tidak segan-segan ''mencabik-cabik isi perut'' lawan. Pada 1999, Kohl dituduh terlibat dalam sebuah skandal dan Angela memutuskan hubungan dengan sang mentor.

''Partai ini harus belajar untuk berjalan. Partai ini harus percaya diri untuk berjuang melawan musuh politiknya tanpa tergantung terhadap kuda-kuda tempur tua mereka,'' ungkapnya suatu kali.

Aksinya tersebut memang terkesan kurang ajar dan kasar. Akan tetapi, dalam selang beberapa bulan Angela berhasil terpilih sebagai pemimpin partai. Menurut Gerd Langguth, penulis biografinya, episode tersebut menunjukkan kemampuan Angela dalam membuat keputusan berani dalam sebuah situasi sulit.

Terpilihnya Angela membuat banyak pengamat berpikir skeptis, mengingat latar belakangnya sebagai penganut Protestan, sementara partai yang ia pimpin memiliki akar Katolik yang kuat, sosial konservatif, dan didominasi oleh kaum laki-laki.

Akan tetapi, Angela terus melaju dan menjadi favorit rakyat Jerman sebagai penantang Kanselir Gerhard Schroder pada pemilu 2002. Namun, di dalam partainya sendiri serta Partai Uni Sosial Kristen yang menjadi mitranya, Angela justru tidak populer. Maka tak heran jika banyak manuver politik yang dilancarkan untuk menyingkirkannya.

Pada pemilu 18 September 2005, Partai Uni Demokratik Kristen pimpinannya berhasil meraih 226 kursi di parlemen, sementara Partai Demokratik Sosial yang dipimpin oleh Kanselir Gerhard Schroeder pada saat itu meraih 222 kursi. Kedua partai ini akhirnya sepakat untuk bergabung sehingga menjadi koalisi besar.

Setelah memenangkan pemungutan suara di Parlemen Jerman, pada 22 November 2005 Angela Merkel resmi menjabat sebagai Kanselir Jerman, dan tercatat sebagai pemimpin pemerintahan ke-8 sejak berakhirnya Perang Dunia II. (OL-08)

Jumat, 14 Agustus 2009

Tips Cara Menulis Surat Lamaran di Email

Makin banyak perusahaan yang membolehkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar. Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mem-forward surat lamaran berbentuk email ke para usernya.

Bagi calon karyawan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika Anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah Anda dapat mengkopi email lamaran Anda sebelumnya dan menyesuaikannya.

1. Judul Email

Judul email Anda haruslah menolong penerimanya untuk segera mengetahui maksud dari email Anda. Karena itu tuliskan judul yang jelas tetapi singkat. Sebagai contoh, Anda dapat menuliskannya sebagai berikut "Lamaran untuk Posisi Manajer Pemasaran".

Catatan: Baca dengan baik iklan lowongan kerja tersebut. Sering kali mereka meminta Anda menuliskan kode tertentu di judul atau subject email Anda. Terutama jika pada saat yang bersamaan mereka mempunyai beberapa lowongan pekerjaan.

2. Dimana Surat Lamaran Ditulis?

Sering kali kita bingung apakah perlu menuliskannya di badan email atau di file tersendiri. Menurut teman saya yang bekerja di bidang recruiting sebuah perusahaan multinational, Anda dapat menuliskan surat lamaran (cover letter) Anda di badan email. Artinya, perusahaan tetap akan menerima surat lamaran Anda dengan baik. Pengalaman saya, tidak pernah ada perusahaan yang menolak lamaran yang suratnya dituliskan di badan email.

3. Bagaimana dengan Resume?

Jangan menulis resume Anda di badan email. Tuliskan dalam file tersendiri dan jadikan sebagai lampiran email Anda.

4. Word, PDF, atau Text?

Biasanya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerja jenis file yang bisa Anda kirim. Walaupun umumnya meminta file MS Word, terkadang mereka mengijinkan Anda untuk mengirimkan file berformat pdf. Jika tidak disebutkan, kirimkan resume Anda dalam file MS Word (.doc).

File text (ekstension .txt) lebih baik tidak digunakan karena pada saat dikirim dengan email, file tersebut terkadang muncul di badan email. Ini terutama jika Anda menggunakan email gratis di Web, seperti Yahoo!, Gmail, atau Hotmail.

5. Ukuran Email

Usahakan ukuran email Anda tidak melebihi 300 kb. Ukuran email ini terutama dipengaruhi oleh ukuran file yang di-attach. Karena itu periksa besar file yang Anda lampirkan. Jika Anda diminta menyertakan foto, jangan masukkan file foto yang terlalu besar. Perkecil ukuranya dengan menggunakan berbagai jenis program photo editor.

6. Email Signature

Email signature adalah text yang dituliskan secara otomatis oleh provider email Anda. Signature ini bisa Anda program sendiri, atau bagian dari iklan untuk penyedia jasa email tersebut. Adanya signature ini mengurangi kesan profesional pada lamaran Anda.

Email web gratis seperti Yahoo! dan Hotmail menambahkan signature ini secara otomatis pada semua email yang mereka kirim. Sedangkan Gmail tidak. Inilah alasan pertama saya memilih Gmail untuk mengirimkan lamaran-lamaran saya.

7. Test Kirim

Untuk surat lamaran yang dikirim lewat email, selain melakukan proof read, Anda juga perlu melakukan test pengiriman. Lakukan ini dengan mengirimkan email lamaran Anda, lengkap dengan attachment-nya ke email lain. Tentunya jangan kirimkan email percobaan tersebut ke email perusahaan yang Anda tuju. Kirim ke alamat email lain yang Anda punya. Jika Anda hanya mempunyai satu alamat email, Anda bisa membuat alamat email baru di Yahoo!, Gmail, atau Hotmail.

Apa pentingnya langkah ini? Sering kali format email yang Anda kirim berubah setelah sampai di alamat email lain. Saat mengirimkan email dari Yahoo! ke Gmail, saya perhatikan spasi email saya berubah dari satu menjadi dua. Tapi sebaliknya, email yang saya kirim dari Gmail ke Yahoo! tidak berubah formatnya. Ini alasan kedua saya menggunakan Gmail untuk mengirimkan lamaran saya.

Kamis, 13 Agustus 2009

PEDOMAN MENGHADAPI WAWANCARA

Sumber: Bagas Pratama, S. Pd

Apabila surat lamaran Anda mendapat perhatian, Anda akan dipanggil oleh pihak pencari tenaga kerja. Panggilan untuk si pelamar itu cenderung untuk interview atau wawancara.

Mendapat panggilan tersebut sudah merupakan satu point penting bagi si pelamar. Misalkan dari 200 pelamar, kadang yang dipanggil hanya 25 orang. Bila Anda termasuk dalam kelompok 25 orang yang dipanggil ini, maka berarti Anda mempunyai harapan untuk menduduki jabatan atau pekerjaan yang Anda lamar.

Perlu Anda ketahui, bahwa yang dipanggil tersebut bukanlah Anda sendiri. Bahwa pencari kerja bukanlah Anda sendiri saja. Jadi siapkanlah diri Anda untuk menghadapi saingan. Orang lain yang juga dipanggil adalah saingan Anda. Untuk itu Anda harus mempersiapkan diri dengan matang. Meskipun dalam surat lamaran tersebut tidak disyaratkan Anda harus aktif berbahasa Inggris, namun ada baiknya sedikit-sedikit dapat bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dan Anda bisa menjawab dan berbicara dengan baik. Ini adalah suatu kredit point untuk Anda. Sang manajer atau kepala personalia akan memberi nilai tambah untuk Anda.

1. Siap untuk diwawancarai

Tempatkan dan biuat diri Anda pada posisi siap. Setiap surat lamaran yang Anda ajukan, berarti Anda sudah siap untuk diwawancarai. Persiapkan dan perkaya diri Anda dengan berbagai pengetahuan dan berbagai sertifikat keterampilan. Seperti keterampilan mengetik, penguasaan komputer, bahasa Inggris dan lain sebagainya. Semakin luas wawasan Anda semakin besar kemungkinan Anda keluar sebagai pemenang dalam persaingan mencari pekerjaan.

Memperkaya diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan tiada salahnya. Meskipun dalam surat lamaran tersebut Anda tidak diharuskan menguasai pengoperasian komputer, tetapi bila di dalam wawancara Anda ternyata ada pembicaraan mengenai komputer, dan sang manajer tahu bahwa Anda juga menguasai komputer, maka sekali lagi kredit point untuk Anda. Dan pintu semakin luas terbuka untuk Anda.

2. Jangan terlalu aktif bicara

Inilah salah satu faktor kegagalan si pencari kerja. Mereka terlalu banyak bicara. Yang harus Anda lakukan adalah menjawab setiap pertanyaan dengan tepat dan jelas. Jangan membumbui jawaban dengan kalimat-kalimat yang tidak penting. Kecuali bila Anda diminta untuk menerangkan sesuatu hal yang harus dijawab dengan disiplin ilmunya. Bila ini terjadi, Anda juga harus usahakan menjawab dengan kalimat-kalimat pendek, padat, dan jelas. Jangan ada kesan kesombongan atau kepongahan dalam menerangkan hal tersebut. Mentang-mentang Anda menguasai, jangan over akting. Kendalikan diri dalam berbicara dan menghadapi wawancara. Jangan mengalahkan lawan wawancara Anda dalam bicara. Meskipun pewawancara Anda salah, Anda tidak boleh menyalahkannya. Kalau Anda memang pasti menguasai sesuatu pewawancar a salah dan Anda harus membetulkannya pakailah kalimat yang halus, misalnya: “Mungkin yang Bapak maksud begini……” Pakailah kalimat-kalimat yang sekiranya tidak bertentangan dengan pewawancara. Misalnya: “Bapak betul, saya belum berpengalaman tapi saya merasa senang menjadi bawahan Bapak”. Atau “ Saya yakin akan betah bekerja di perusahaan ini”.

Bila Anda ditanyakan: “Berapa gaji yang Anda inginkan. Anda tidak boleh menyebutkan angkanya. Jawablah dengan diplomatis dan bijaksana. Anda tidak boleh terkesan mencari gaji yang tinggi, sedangkan kemampuan Anda dalam perusahaan atau kantor tempat Anda belum tahu sampai dimana kemampuan Anda. Mungkin akan lebih baik bila Anda menjawabnya dengan kalimat: “Saya rasa terserah perusahaan. Perusahaan nanti yang akan menilai sesuai dengan apa yang bisa saya berikan untuk perusahaan”.

Begitu juga dengan pertanyaan: “Fasilitas apa saja yang Andaharapkan bila Anda bekerja di sini?”. Apa jawab Anda? Anda harus menjawab: “ Itu kebijakan perusahaan, dan tentu saja sama dengan teman-teman yang lain.”

3. Jangan menjelekkan orang lain

Bila saat melamar Anda sedang bekerja pada suatu perusahaan, da bila kepada Anda ditanyakan: “kenapa Saudara ingin berhenti dari pekerjaan yang sudah ada sekarang? Atau “Kenapa saudara ingin pindah ke perusahaan kami? Anda tidak boleh membvuat alasan karena ingin gaji yang lebih besar. Jawaban Anda adalah: “Karena ingin meningkatkan karir. Sebab saya melihat kesempatan untuk lebih berkembang ada pada perusahaan Bapak.” Jangan Anda menjawab: “Gaji saya terlalu kecil.” Atau “Saya kurang cocok dengan atasan saya, atau “Perusahaan tempat saya bekerja terlalu kecil dan semrawut.” Bila Anda menjelek-jelekkan perusahaan tempat Anda bekerja sekarang, perusahaan yang baru Anda lamar akan menilai, suatu saat nanti tentulah Anda akan menjelek-jelekkan juga perusahaannya.

4. Cara berpakaian

Orang dapat menilai kepribadian Anda dari cara Anda berpakaian. Pakaian menggambarkan watak atau kejiwaan seseorang. Untuk keperluan menghadapi wawancara, sebaiknya Anda tidak memakai pakaian yang berwarna-warni. Kemeja putih lengan panjang dengan tangannya dikancing rapi jauh lebih baik. Kemeja putih berlengan panjang ini dapat Anda padukan dengan celana hitam, biru atau celana yang berwarna gelap. Kalau bisa celana tersebut yang polos, tidak bercorak. Sekali-kali jangan Anda lakukan pergi menghadiri wawancara dengan memakai celana jeans. Stelan putih hitam, atau putih biru, lekatkan dengan rapi. Kemeja dimasukkan ke dalam dengan rapi dan memakai ikat pinggang sesuai dengan celana. Minimal ikat pinggang yang berwarnah hitam, karena warna hitam adalah warna netral.

Begitu juga sepatu. Perhatikan tali sepatu Anda. Memang sebaiknya Anda memakai sepatu kulit yang bertali. Karena sepatu ini adalah resmi yang dapat juga dipakai masuk kantor. Tapi bila Anda tidak mempunyai sepatu yang bertali, yang tidak memakai tali juga dapat Anda pakai. Asal tidak memakai sepatu kets atau sepatu olah raga. Dan jangan lupa menyemirnya, sepatu yang kumal mencerminkan kepribadian orang yang tidalk teratur.

5. Gigi dan bau mulut

Tentu saja gigi tidak diminta seputih dan serapi pada iklan Pepsodent. Gigi jangan lupa digosok, jangan karena terburu-buru dan lupa menggosoknya. Agar ini tidak terjadi, sewaktu menerima surat panggilan Anda harus memperhatikan surat panggilan tersebut dengan seksama dan mencatatnya dalam buku harian atau dalam agenda Anda. Hari, tanggal, dan jam panggilan untuk wawancara. Bila ini terjadi, Anda sudah kehilangan kesempatan. Begitu juga terhadap bau mulut, meskipun Anda tergolong yang tidak berbau menyengat, tetapi bila Anda lupa menggosoknya tentu baunya tidak sedap. Bila perlu kira-kira sepuluh menit menjelang Anda dipangghil, Anda sebaiknya memakan permen rasa mint yang berbau wangi, atau memakai penyedap bau mulut yang banyak dijual di pasaran.

6. Faktor sikap

Yang tidak kalah pentingnya adalah faktor sikap. Cara Anda berdiri, cara duduk, cara berbicara, dan cara Anda mengayunkan tangan. Jangan terlalu over akting. Nada suara, jangan bicara terlalu keras, dan jangan sampai pula terlalu pelan sehingga susah didengar. Anda harus tampil berbicara yang jelas dan mantap. Tidak ada kesan ragu-ragu dan rendah diri. Juga tidak menimbulkan kesan sombong dan congkak. Tampillah dengan gaya seorang yang penuh percaya diri namun sopan. Sopan bukan berarti Anda harus menunduk-nunduk membungkuk dan merendahkan kepala. Dan sopan bukan berarti norak dan ndeso.

7. Memasuki ruangan wawancara

Bilamana Anda dipanggil, Anda jangan slonong boy saja masuk tanpa permisi. Ketuklah pintu dengan perlahan, meskipun pintu itu terbuka. Ini adalah etika memasuki ruangan orang. Ucapkan salam, sesuai dengan waktu. Selamat siang kalau waktunya memang sudah siang, atau selamat pagi, mungkin.

Setelah Anda dipersilahkan masuk. Jangan langsung duduk sebelum disuruh. Bila telah disuruh duduk, duduklah dengan menghadap lurus ke depan dengan dada rata dan kepala tegak. Ingat, akting ini jangan sampai salah. Keterlaluan bisa menimbulkan kesan sombong. Dalam menjawab setiap pertanyaan tataplah wajah si pewawancara. Jangan membuang muka ke kiri atau kanan, atau melihat ke bawah waktu berbicara. Hadapi si pewawancara senyum, namun jangan berlebihan. Bila ada sesuatu pembicaraan yang lucu, Anda boleh mengomentari sedikit saja, dan sedikit pula tertawa kecil.

8. Meninggalkan ruang wawancara

Setelah selesai wawancara, Anda harus minta permisi. Berdirilah kembali dengan perlahan dan sopan. Jangan sampai kursi ke angkat atau tergeser sehingga menimbulkan bunyi yang tidak enak. Jangan sampai kaki Anda tersandung meja, sehingga si pewawancara kaget. Ucapkan salam perpisahan, salam selamat tinggal. Ucapkan terimakasih atas wawancara dan kesempatan yang telah diberikan untuk Anda.

9. Ballpint atau pena

Terakhir Anda jangan sampai lupa membawa pena atau bollpoint. Siapa tahu Anda harus menjawab pertanyaan tulisan. Siapa tahu ada beberapa pertanyaan psychotest yang harus Anda isi secara tertulis. Bila Anda lupa membawa ballpoint dan Anda sampai meminjam pada teman di luar, merupakan suatu penilaian yang merugikan diri Anda, atau mungkin fatal sama sekali.

Cara Mudah Atasi Job Interview

Apa saja sebenarnya yang harus dipersiaphan oleh para pencari kerja untuk menghadapi Job Interview? Karena sebaik apapun berkas lamaran yang telah dipersiapkan apabila tidak didukung oleh kemampuan mengemas performansi anda secara keseluruhan maka pasti hasilnya tidak memuaskan. Proses ini sering menjadi babak penentu keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk melangkah ke proses selanjutnya. Job Interview bisa dilakukan di awal atau diakhir proses rekruitmen, mengingat hal ini merupakan salah satu tahapan dari keseluruhan penerimaan karyawan baru disebuah perusahaan, posisinya sama pentingnya dengan tahapan-tahapan tes yang lain. Oleh karenanya saat pelamar memutuskan untuk mencoba melamar sebuah posisi di perusahaan maka sebaiknya selain persiapan yang berkaitan dengan surat lamaran dan berkas-berkas yang dibutuhkan maka yang tidak kalah penting sebenarnya adalah persiapan mental.

Sebelum Wawancara

1. Masuklah ke ruangan setelah terlebih dahulu mengetuk pintu baik dalam keadaan terbuka atau tertutup. Melangkahlah dengan yakin.

2. Jangan lupa pada saat masuk tersenyumlah pada orang yang akan menginterview anda. Hal ini akan sangat membantu mengurangi rasa gugup serta menciptakan suasana hangat.

3. Jabat tangan pewawancara sesuai dengan kekuatan genggamannya.

4. Jangan duduk sebelum dipersilahkan oleh pewawancara

5. Duduklah dengan tenang dan gentle

6. Letakkan barang bawaan anda di bawah tempat duduk bukan diatas meja, matikan hp dan sebaiknya anda tidak mengenakan jaket.

7. Kenakan pakaian formal kemeja lengan panjang yang tidak mencolok, bagi laki-laki. Serta blazer atau atasan blouse sederhana dengan bawahan senada atau bawahan lebih gelap dengan warna-warna natural bagi wanita.

8. Kenakan make up dengan warna natural, tidak perlu berusaha mengesankan pewawancara dengan mengenakan lensa kontak, kutek warna-warni, atau bulu mata palsu. Karena akan membuat anda terlihat sangat tidak profesional.

9. Jangan merokok atau mengunyah permen karet


Saat Wawancara

1. Bicara dengan bahasa formal, tegas, intonasi sedang sehingga dapat didengar dengan jelas serta jangan terburu-buru dalam menjawab setiap pertanyaan.

2. Dengarkan terlebih dahulu secara keseluruhan pertanyaan pewawancara sehingga kita dapat memberikan jawaban singkat, padat dan tepat. Usahakan tidak memotong pertanyaan pewawancara, dan dengan mendengarkan keseluruhan pertanyaan maka kita terhindar dari permintaan untuk mengulang pertanyaan. Karena akan mengesankan anda tidak siap.

3. Lakukan kontak mata dengan pewawancara, jangan menunduk.

4. Tunjukkan anda sangat berminat dengan perusahaan tersebut, dengan menjawab pertanyaan dengan antusias

5. Jangan hanya menjawab dengan kata-kata ya, tidak, tidak tahu atau dengan bahasa isyarat mengangguk atau menggeleng. Usahakan untuk mengembangkan jawaban sehingga anda terlihat menguasai keadaan.

6. Akhiri wawancara dengan ucapan terima kasih serta menjabat tangan pewawancara.


Hal-hal penting:

1. Jangan lupa selalu siapkan CV dan surat lamaran anda.

2. Usahakan datang minimal 10 menit sebelum wawancara dimulai, jangan pernah terlambat. Akibatnya sangat fatal, tidak semua perusahaan memberi kesempatan kedua.

3. Gali info sebanyak-banyaknya mengenai perusahaan yang akan anda datangi, cari diinternet tentang profil perusahaan, bidang kerja,produk,tarif, keunggulan. Kita tidak pernah tahu apa pertanyaan yang akan diajukan bukan? Paling tidak informasi tambahan ini untuk amunisi cadangan kita dan menambah rasa percaya diri kita.

4. Latih jawaban anda mulai sekarang, komitmen anda berlatih akan sangat menentukan hasilnya nanti karena komunikasi bukan sesuatu hal yang secara instan kita dapatkan.


Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh perusahaan:


1. Bagaimana anda menggambarkan diri anda?
2. Menurut anda apa kelemahan dan kekurangan diri anda?
3. Darimana anda mendapatkan informasi tentang perusahaan ini?
4. Menurut anda apakah profesionalisme itu?
5. Apa yang anda lakukan jika anda diterima bekerja di perusahaan ini?
6. Mengapa anda berhenti dari pekerjaan lama anda?
7. Apa yang membuat anda tertarik untuk bekerja disini? Dsb

· Hindari membicarakan kekurangan atasan atau perusahaan lama, karena hal itu mencitrakan kita kurang professional.

· Jangan membuka topik pembicaraan masalah gaji sampai anda ditanya mengenai hal itu. Karena mengesankan kita lebih suka menuntut apa yang bisa diberikan perusahaan kepada kita.

· Jika ditanya masalah gaji, sebaiknya jawab jumlah nominal yang anda inginkan sesuai dengan kemampuan dan pengalaman kerja anda. Jangan meminta jauh melebihi kemampuan anda, sebaliknya jangan pernah berkata mau digaji berapapun asal bisa diterima bekerja diperusahaan ini, karena siapapun orangnya patut untuk dihargai. Jangan lupa carilah info tentang standard biaya hidup dan UMR (Upah Minimum Regional) dimana anda akan bekerja nantinya.

· Jika dibuka sesi pertanyaan, pergunakan kesempatan ini untuk bertanya. Tanyakan hal apa saja yang ingin anda ketahui seputar posisi yang lamar atau hal-hal lain yang berkenaan dengan kepastian kapan kira-kira anda akan dihubungi untuk mengikuti tes selanjutnya.


Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Rabu, 12 Agustus 2009

Yang Bikin Gagal Saat Wawancara Kerja

KOMPAS.com - Terkadang, tindakan berbicara lebih kencang daripada ucapan. Karena itu pula, jangan heran jika Anda tak lolos wawancara kerja, meskipun apa yang Anda sampaikan sudah sesuai buku teks jawaban wawancara kerja. Kadang, kita tak sadar ada gerakan-gerakan yang sepintas terkesan sepele, tetapi ternyata berpengaruh terhadap penilaian.

Beberapa waktu lalu, situs Careerbuilder mensurvei ratusan perusahaan, dan menanyakan apa kesalahan-kesalahan yang dilakukan pelamar sehingga mereka tidak diterima kerja. Umumnya, hal-hal sepele lah yang menjadi penyebabnya. Berikut beberapa di antaranya:

Sikap sombong atau bosan

Kebanyakan orang yang melamar pekerjaan, ketika akan diwawancara akan merasa gugup. Ketika seseorang gugup, biasanya akan melakukan suatu tindakan kecil untuk menyalurkan kegugupannya. Misal, mengetuk-etukkan jari di meja, mengetuk kaki, memilin rambut, membuka-tutup pulpen, dan lain sebagainya. Sayangnya, si pewawancara justru menanggapi tindakan-tindakan semacam ini sebagai sinyal kebosanan. Sementara kebosanan pun diartikan sebagai kesombongan. Siapa yang mau bekerja dengan orang sombong?

Cara mengatasinya? Usahakan untuk berlatih sesering mungkin. Seseorang yang kalem, percaya diri, dan tidak stres, akan bernafas perlahan. Sebelum mulai bicara, ambillah napas panjang, dan perhatikan tangan serta kaki Anda. Biarkan tangan beristirahat di lengan kursi, dan kaki diam istirahat di lantai, lutut saling menempel untuk meminimalkan ketukan kaki. Badan condong ke depan, ke arah meja, juga bisa menunjukkan bahwa Anda tertarik.

Tidak berdandan sesuai acara

Tentunya, ketika akan mendatangi suatu wawancara kerja, Anda akan berusaha mengenakan pakaian seformal mungkin. Sayangnya, tak semua orang memiliki kemampuan untuk mengenakan pakaian yang formal. Tak jarang, malah, mereka yang fresh graduate malah mengenakan pakaian informal karena bingung mau pakai baju apa. Solusinya, bukanlah ide yang buruk untuk berinvestasi pada pakaian formal. Kemeja, celana bahan, blazer, serta sepatu hak kecil dan tertutup. Jika Anda melamar pekerjaan ke bidang kreatif, Anda bisa menambah corak atau warna dengan aksesori.

Tidak ada persiapan

Adalah kesalahan jika Anda tidak terlebih dahulu mencari tahu latar belakang perusahaan yang Anda lamar. Anda tak hanya akan bingung mau berkata apa, tetapi juga memperlihatkan bahwa Anda tidak mau tahu, pemalas, dan kurang inisiatif.

Sudah bukan jamannya lagi Anda kurang informasi. Segala teknologi sudah bisa membantu Anda mencari tahu apa pun yang ingin Anda ketahui. Pelajarilah sebisa mungkin tempat Anda melamar pekerjaan. Buat si pewawancara kagum dengan pengetahuan dan ide-ide yang Anda miliki.

Tidak mematikan telepon genggam

Adalah hal yang tidak bisa dimaafkan jika Anda menyalakan telepon genggam Anda. Menonaktifkan telepon genggam akan memberikan Anda dan si pewawancara waktu untuk bisa konsentrasi dan mengeliminasi gangguan. Selalu pastikan ponsel Anda dalam mode silent saat akan rapat atau wawancara kerja.

Tidak menanyakan pertanyaan bagus

Banyak orang sudah tahu, bahwa sebaiknya Anda menanyakan suatu pertanyaan saat wawancara kerja. Namun, yang tak banyak diketahui adalah pertanyaan apa yang harus ditanya. Yang terutama, yang tak boleh ditanyakan saat wawancara pertama adalah jumlah gaji dan fasilitas yang ditawarkan kantor.

Anda bisa mencoba untuk menanyakan pertanyaan mengenai pekerjaan yang Anda lamar. Tugas-tugas utama Anda, atau tanyakan kepada si pewawancara kerja, apa yang membuatnya senang bekerja di perusahaan ini. Bisa juga menanyakan, “Menurut Bapak/Ibu, tantangan terbesar apa yang akan saya hadapi dalam posisi ini?” Pertanyaan ini akan membuat si pewawancara berpikir bahwa Anda tertarik untuk mengetahui apakah Anda cocok atau tidak untuk pekerjaan tersebut.

Mengirimkan lamaran terlalu banyak

Salah satu trik untuk membuat Anda terlihat seperti orang yang tidak kompeten adalah dengan mengirimkan surat lamaran yang sama berkali-kali ke perusahaan. Mengapa? Karena ini mengganggu, plus membuat Anda terlihat desperate untuk masuk ke perusahaan itu. Anda cukup mengirimkan lamaran ke lowongan yang menurut Anda paling pas. Buat surat lamaran Anda semenarik mungkin.

Tidak memberikan foto yang profesional

Foto-foto diri yang Anda ambil untuk diri sendiri sebaiknya disimpan untuk situs pribadi saja. Jika Anda ingin mengirimkan lamaran, jangan lupa menyertakan foto diri dengan pose profesional. Anda tak ingin mengirimkan suatu hal yang bisa membuat perusahaan meragukan kredibilitas Anda, kan?

Terima Kasih